Minggu, 23 Maret 2014
intuisi redupredam
reka-reka kian pasti, semakin merekah..
segala takjub, meninggalkan kuncup..
hingga remang benderang, terbuka dan telanjang sejauh benak-benak plesiran..
hingga asa pun semakin redup kian meredam...
Minggu, 09 Maret 2014
get well very soon grands
Taylor M. Villiere
Please don't take her away
I was her favorite
I knew how to act
I knew how to treat people
All because of her
I knew I was happy
When I was with her
She held me and said
When you come back
You have to come see me
When you have time to write
Please write me
I love you baby
I’m always here
If you can't live with your mom
If you come and visit and you can't handle it come here
I will take care of you.
Please
You can't take my grandma from me
You can not let her go so soon
She can not leave me behind.
She made me understand things
I just couldn't get.
She put my favorite rengginang
She made the best hot tea
She never bored asking me to get married
She still give me money when Ied.
Without my grandma I have no life inside.
Please what ever you do God, don't take my grandma away from me
Source: http://www.familyfriendpoems.com/poem/dont-take-her-away-from-me#ixzz2vU2ZhNwW
Family Friend Poems
intuisi jika seandainya umpama semisal
menyitir kutipan om henry ward beecher,
menuruni sebuah bukit itu lebih mudah memang dibanding menanjak dan menikmati panorama di atas sana.
tentu lebih mudah turun, bahkan lebih mudah lagi bila terjun atau bahkan terperosok. tapi MANUSIA mana yang sudi dibawah? tak ada yang rela, pasti lebih memilih diatas sana dan menetap untuk menyantap pemandangan indah menggiurkan sehariharinya. sehingga berbagai cara pun terlihat halal untuk dicoba.
jadi bila dianalogikan sebagai sebuah pertandingan sepakbola,
entah sliding tackle yang ciamik ataukah diving yang cantik yang tengah disuguhkan oleh pemain dari kedua tim di kotak 12.
sehingga hakim garis dari pinggir lapangan pun ragu kibarkan benderanya dan wasit menjadi bimbang tiup peluitnya.
demi keadilan yang nyata, sebaiknya para pemain dapat mengulang slow motion nya.
bukanlah drama, inilah kisah nyata.
jika saja januari mau duduk bertiga.. duduk manis bersama februari dan desember bicara,
seadanya tanpa rekayasa genetika,
di angkringan aja sederhana gapapa.
mungkin tak akan tercipta segala prahara rasa,
muntahan jiwa,
gempita nyawa,
huruhara aksara.
bilang saja, "ya, ku tak cinta lagi. aku memilih hidup dengannya.".
jangan ajak jumawa, pasti legawa.
karena semua dewasa.
ya..ini pasti ketentuanNya..semua harus ambil bagian..menuju ending yang tenang dan bahagia...bersama.
#misalnya andai saja jika bila seumpama
Sabtu, 08 Maret 2014
intuisi throwback lempar punggung as strangers
//1// sesaat lalu, sepertinya baru saja berlalu. napaktilas menyusuri landasan pacu
//2// geotagging yang kelu, menyamarkan jarak jauh. maswerr tetap melangkah lucu, berbekal peluh. menyisakan daki, larut dalam sayup adzan dari seberang kubah biru.
//3// wajah wajah jumpa perdana setelah dipertemukan oleh suara dan aksara. gagap gagap tergugup gugup mencuri curi lihat paras diatas rodatiga. dari cempaka seberangi shelter pengganti buskota... "mau permen?" :)
//4// sesaat usai..tak ada yang berkomentar. cukup lama, masing masing menahan sonar. meski berbinar, melalui perantara kisah sebentar. lalu muncul pesan singkat bergetar, "sombong,ngilang!" :)
//5// hingga kelabu. selepas kaleidoskop tahun baru. semua pilu. hilang rasa tak berjejak bagai hantu. lenyap bersama erupsi abu sehabis mamam gading dan meeting malam itu...
//6// sesaat usai, tanpa komentar. hati berbinar menahan getar. gelombang sonar sampaikan pesan, "ini benar benar kisah sebentar ndar" :&
Jumat, 07 Maret 2014
inthuishimilikity
/1/ seperti juragan sepi,
aku sibuk reken gaji sang mimpi.
/2/ terlalu banyak senyap
yang musti diteken dengan melodi sunyi.
intuisi adem aura surgawi
Waktu...
Masa...
Waktu yang memisahkan setiap insan //
Waktu jua yang memaksa melupakan //
meskipun nurani kerap membutuhkan,
ini harus direlakan...
maafkan aku ya, nurani..
kali ini tampaknya nurani harus mengalah kembali...
tapi... hari ini... dia tampak menawan dikelilingi aroma surgawi..
ahh.. tapi.. sudahlah... relakan ya nur...
intuisi dramatically sadistic satire
Pemberitaan shocking dunia akhirat //
Kenapa nama nama bernafaskan islami tega menjagal nafas saudaranya sendiri sesama manusia //
Biadab keji keparat //
Makanya ajak seringsering itu benak rekreasi ziarah diatas sajadah //
Lafalkan kembali asma Nya dalam setiap nafas melangkah....//
Buai berulang kali indra indra dengan piknik guyuran wudhu... //
Kaji tiap huruf dalam ayat ayat yang keasliannya terjaga walaupun meski hanya titik. Dan itu dijamin olehNya.. //
sekian... mari happy happy dimuka bumi bersama pharell, yuka tamada dan my cherie amour nya oom stevie wonder serta bahasa polos pujiyono... //
cinta itu gak hanya horizontal namun juga VERTIKAL !!
SALAM sirag sarek buat kaum penyembah konstipasi mata satu yang berniat kudeta TUHAN itu SATU!! Allah Azza wa Jalla!!!
intuisi parno dicap psiko macem hapiz
Dear blogger mimin...
Hemm..cara ganti poto profil gimana ya ganmin?
Iki piyeeee?
Suwii dek mben iso ngganti, lha kok malah saiki bar ngeh durung ganti, raisoiso diganti cuuuuukkkk..
Duh Gustiiiiii....
Iki tenan ngisin ngisiniiii..
Kamis, 06 Maret 2014
intuisi organik
peretas gundah,
paras hati yang ayu,
begitu memikat indah.
bilakah rindu nanti kembali,
cerahati, warnai hari.
janji bersama di hadapanNya,
dansa dengan usia, dalam suka dan duka.
disini, kita menua,
hingga ujung masa.
intuisi paska produksi
kemarin,
terjal menjanggal.
kini,
kebal mengganjal.
lusa,
"aku cuti,
menengok kebun hati,
kabarnya, kembali berdenyut dan bergizi lagi"
intuisi marijan...sport...tenaaaannn..
bukan susah lupa,
atau
susah luka.
bukan pula momen two mango hingga kaleyo.
ini,
tentang rosoroso.
sing
ndadak ilang dipangan wedhus tonggo.
wedhus dunyo.
Rabu, 05 Maret 2014
intuisi seven elephants
pernik cerdas //
termangu anggun dipojok ruang //
berpasangan //
beriringan //
seperti kita, dulu..//
saksi bisu membekas //
setia terbujur apik disitu //
setia saksikan tiap detik,
rangkaian airmata gurau kata dan tawa //
gajah itu setia di samping sofa dekat jendela dan vas bunga..
intuisi bukan perakit bumerang
sejenak terdengar pongah bumerang berdendang //
mengumandang hancur yang sporadis
dan benci yang spartan //
diri ini perlu meyakinkan,
yakin katakan kepada karma dengan lantang //
disini sudah tak ada ruang //
disini tak ada kesempatan //
pesta pora berdegup dan berdentang //
disini hanyalah tulus meruang //
hati, jantung dan rindu sungguh awet bak rendang //
sederhana,
hangatkan,
dan siap dihidang..
intuisi absensi, bukan menguasai
..dihadirkan
untuk melupakan sesuatu..
sebentar ; hanya untuk melanjutkan hidup,
tersisa dengan meninggalkan kesan..
..dalam..
sepertinya
dia hadir
tersenyum
tertawa
bertutur
bicara
menangis
bercanda
cukup!
dia cukup hadir
tanpa harus disentuh
tanpa boleh dimiliki
dia adalah kehidupan
dia mempunyai hidupnya sendiri
dia...
ANak DARI...
intuisi griya rumah kedua selamanya
apa mau dikata,
ketika aksara sulit bersuara.
karena ini soal rasa,
utopia, griya,
antara ada
dan tiada duanya..
Selasa, 04 Maret 2014
intuisi gagal berpuisi #2
sebut saja,
kicau mulai menggila.
kasta, sangat mungkin berdusta. harta&dunia membuai manja.
namun cinta,
inilah kuasaNya
intuisi gagal berpuisi #1
aku,
anak bu wuri //
dia,
putri bu puri //
terlalu banyak bunyi yang sama,
hingga too good to be true,
can take my eyes off of you
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2014
(31)
-
▼
Maret
(21)
- intuisi redupredam
- get well very soon grands
- intuisi jika seandainya umpama semisal
- menurut beliau:
- kata einstein, ini:
- intuisi throwback lempar punggung as strangers
- inthuishimilikity
- intuisi adem aura surgawi
- intuisi dramatically sadistic satire
- intuisi parno dicap psiko macem hapiz
- intuisi organik
- intuisi paska produksi
- the script yang gak muv muff
- intuisi marijan...sport...tenaaaannn..
- intuisi seven elephants
- intuisi bukan perakit bumerang
- ed sheeran bilang, potato couch. . ini intuisi sofa
- intuisi absensi, bukan menguasai
- intuisi griya rumah kedua selamanya
- intuisi gagal berpuisi #2
- intuisi gagal berpuisi #1
-
▼
Maret
(21)



























